Harian Bernas Jogja
Minggu, 18 Juli 2010
Cerita : Ali Puspa Edi
Ada seekor Musang Janda, punya seekor anak bernama “Luwik “. Suatu hari musang betina berpamitan ke anaknya “Luwik“ untuk pergi ke pasar, sudah menjadi kebiasaan musang betina setiap hari pergi ke pasar, mencari makanan untuk anaknya yang masih kecil. Sore harinya ia pasti pulang dengan membawa makanan bagi anaknya.
Hari itu sudah menjelang matahari terbenam, Musang Betina tidak kunjung pulang, Luwik terus menanti. Sampai malam tiba tidak juga Pulang, Luwik terus menangis sambil memanggil-manggil Induknya, ia berkata “ibu pergi ke pasar kenapa nggak pulang-pulang..., Ibu....,” Si Luwik terus menangis hingga pagi, bahkan sampai siang terus memanggil-manggil Induknya.
Tangisan si Luwik itu, terdengar pamannya Tawon Kumbang, pamannya datang menghampiri si Luwik sambil bertanya “Ada apa Luwik... Kamu kok menangis terus”, diamlah...! “Paman... ,kemarin ibuku bilang akan pergi kepasar, tapi sampai sekarang tidak pulang, “kata Luwik.
“Diamlah, nanti Ibumu akan segera pulang. Ini aku buatkan kamu sebuah seruling. Bisakah kamu membunyikan seruling ini? Coba aku ajari ya.”
Ketika Pamannya meniup seruling, Luwik mendengar bunyi yang lucu “Sri ali-ali dongengane luwak luwik unine Brengkoteplok unine brengkotteplok “
“ini serulingnya, bunyikan sendiri ya..sambil menanti ibumu pulang! saya akan pergi , jangan menangis lagi..Pinta Pamannya
Ketahuilah bahwa sebenarnya seruling dari pamannya itu terbuat dari tulang paha Induknya Luwik sendiri, tapi oleh Pamannya dibuatkan seruling sedemikian baiknya, agar Luwik tidak tahu bahwa seruling itu berasal dari tulang paha induknya.
Setiap hari Luwik terus membunyikan serulingnya, sampai ia lupa pada Induknya. Ketika Luwik sedang membunyikan serulingnya, terdengar seekor kera putih yang ada diatas pohon. Ia tertarik suara merdu seruling luwik. Lalu ia mendekati dan merayu Luwik agar dipinjami seruling. Namun Luwik tidak mau memberikan serulingnya, Si Kera Putih terus membujuk dan merayu luwik agar dipinjami untuk membunyikan serulingnya itu, “sebentar saja” rayu si kera putih. Berkat bujukan serta rayuannya, akhirnya serulingnya diberikan kepada kera putih. Dengan catatan boleh dibunyikan tapi tidak boleh dibawa lari.
Namun bagaimana kenyatannya? setelah serulingnya diberikan. Luwik terlena tidak memperhatikan ke arah kera putih. Akhirnya si kera putih membawa lari seruling luwik naik keatas pohon yang besar sambil mengejek dan membunyikanya.
Luwik akhirnya teringat lagi pada Induknya, ia terus memanggil-manggil induknya, Tangisan Luwik terdengar pamannya Tawon Kumbang, yang kemudian mendekat dan berkata “ kenapa Luwik, kamu kok menangis lagi? Kemana serulingmu? “serulingku direbut oleh si kera putih, dan dibawa lari keatas pohon besar itu, “kata si luwik sambil menunjuk keatas.
“Diamlah, akan aku mintakan serulingmu dari si kera putih itu, “kata Pamannya.
Tawon Kumbang memanggil anak buahnya serta teman-temannya dan berkumpul banyak sekali. Lalu tawon-tawon tersebut mencari kera putih. Setelah ketemu, mereka ramai-ramai menyengatnya, sehingga badan kera putih melepuh besar, ia tak kuasa menahan sakit, dan seruling pun luwik jatuh kebawah. Di ambilnya seruling itu oleh Pamannya dan diberikan kepada luwik. Luwik pun langsung diam tidak menangis lagi. Pamannya beserta tawon-tawon yang lain berpamitan untuk segera pergi. Kera Putih itupun menangis keras-keras sambil menahan sakit diatas pohon besar.
. Tindakan Kera putih tersebut memberi contoh pada kita semua, barangsiapa berbuat jahat, dia akan menerima balasannya.(Penulis tinggal di Ngawi Jawa Timur)
Kamis, 22 Juli 2010
Minggu, 23 Mei 2010
MEMBANGKITKAN GENERASI UNGGUL DENGAN PENDIDIKAN UTUH
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Mari kita lihat, cermin pelaksanaan pendidikan dinegeri ini, hanya menganggap peserta didik berprestasi kalau mereka mempunyai nilai tertinggi. Pendidikan kita tidak memandang peserta didik secara menyeluruh. Yang dinilai dalam masa evaluasi peserta didik hanya aspek akademis semata. Ini tertuang dalam nilai Ujian Nasional atau IP (indeks prestasi) saja. Aspek kecerdasan moral atau akhlak sama sekali tidak diperhitungkan. Dengan demikian, boleh jadi mereka tidak peka terhadap penderitaan rakyat. Orientasinya sudah berbeda. Buat apa mengangkat kehidupan rakyat dengan memberdayakan mereka dari ketertinggalan. Yang dipikirkan bagaimana dirinya aman, dan bisa mencapai kemakmuran hidupnya sendiri. Problem-problem sosial juga sering terjadi di kalangan peserta didik seperti tawuran, narkoba, seks bebas, dan berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya telah turut mempertebal "mendung kelabu" yang menaungi dunia pendidikan.
Pendidikan yang ideal seharusnya juga memperhatikan semua aspek dalam perkembangan peserta didik. Sebab, sejatinya pendidikan memang berkaitan dengan banyak aspek. Mereka yang rapornya bagus, misalnya belum tentu memiliki sensitivitas terhadap persoalan di sekitarnya. Misalnya, ketika kawan sekelasnya terserang penyakit atau masalah keluarga, apakah mereka yang beraport bagus itu punya kepedulian.
Memang dari segi akademis, hal itu sebagai langkah baik. Apalagi dalam konteks mengejar ilmu pengetahuan, kita memang masih tertinggal dibanding dengan negara-negara lain. Namun, dengan mengabaikan aspek non akademis, peserta didik akan kehilangan kepribadian dan menjadi tidak peka terhadap persoalan di sekitarnya.
Pendidikan non formal dengan metode, paradigma dan sistematikanya juga bermunculan misalnya berdirinya sekolah alam dan home schooling yang rasio belajar di dalam dan di luar kelas 30 : 70. Belajar di luar kelas bertujuan menumbuhkan kesadaran dan empati anak terhadap lingkungan, sehingga terbiasa merawat dan peduli lingkungan, pengembangan kepribadian yang berakhlak dan mengintegrasi nilai-nilai kemanusiaan atau human value ke dalam pembelajaran dan membiasakan seorang anak memecahkan suatu masalah, menciptakan suatu karya, mampu mengamati apa yang ada dan terjadi disekitarnya, serta mempresentasikan sesuai dengan tingkatan usianya. Fenomena bermunculannya sekolah-sekolah alam dan Home Schooling di kota seperti, sekolah alam depok, sekolah alam bandung, sekolah alam cikeas, dll dengan menawarkan kurikulum dan paradigma yang berbeda dengan sekolah formal, sejauh ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Lahirnya generasi yang unggul, tangguh, cerdas, serta memiliki mental kemandirian tinggi ditunggu kehadirannya dalam mewujudkan kebangkitan bagi negeri ini. Generasi seperti ini hanya bisa dilahirkan dari sebuah sistem pendidikan yang utuh. Sistem pendidikan yang Utuh tidak cukup hanya mengembangkan kecerdasan Intelegensia (IQ) semata, melainkan harus mendayagunakan dan mengembangkan Kecerdasan Emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) serta kecerdasan-kecerdasan lain.
Keberadaan Sekolah Alam dan Home Schooling ini bisa menciptakan generasi unggul yang bisa menjawab tantangan zaman terutama untuk era globalisasi ini, meskipun Pendidikan ini terasa mahal dan adanya dikota-kota besar ini mungkin bisa kita transformasikan kurikulum dan metodenya ke pendidikan di daerah-daerah dan semoga bisa terjangkau masyarakat. Dengan demikian akan tercipta Pendidikan yang utuh dapat menciptakan generasi unggul yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi (Iptek) serta memiliki Iman dan Taqwa (Imtaq) dan menjadikan bangsa ini bangkit dari semua keterpurukan dari berbagai bidang dan menjadi bangsa yang unggul di masa depan.
Mari kita lihat, cermin pelaksanaan pendidikan dinegeri ini, hanya menganggap peserta didik berprestasi kalau mereka mempunyai nilai tertinggi. Pendidikan kita tidak memandang peserta didik secara menyeluruh. Yang dinilai dalam masa evaluasi peserta didik hanya aspek akademis semata. Ini tertuang dalam nilai Ujian Nasional atau IP (indeks prestasi) saja. Aspek kecerdasan moral atau akhlak sama sekali tidak diperhitungkan. Dengan demikian, boleh jadi mereka tidak peka terhadap penderitaan rakyat. Orientasinya sudah berbeda. Buat apa mengangkat kehidupan rakyat dengan memberdayakan mereka dari ketertinggalan. Yang dipikirkan bagaimana dirinya aman, dan bisa mencapai kemakmuran hidupnya sendiri. Problem-problem sosial juga sering terjadi di kalangan peserta didik seperti tawuran, narkoba, seks bebas, dan berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya telah turut mempertebal "mendung kelabu" yang menaungi dunia pendidikan.
Pendidikan yang ideal seharusnya juga memperhatikan semua aspek dalam perkembangan peserta didik. Sebab, sejatinya pendidikan memang berkaitan dengan banyak aspek. Mereka yang rapornya bagus, misalnya belum tentu memiliki sensitivitas terhadap persoalan di sekitarnya. Misalnya, ketika kawan sekelasnya terserang penyakit atau masalah keluarga, apakah mereka yang beraport bagus itu punya kepedulian.
Memang dari segi akademis, hal itu sebagai langkah baik. Apalagi dalam konteks mengejar ilmu pengetahuan, kita memang masih tertinggal dibanding dengan negara-negara lain. Namun, dengan mengabaikan aspek non akademis, peserta didik akan kehilangan kepribadian dan menjadi tidak peka terhadap persoalan di sekitarnya.
Pendidikan non formal dengan metode, paradigma dan sistematikanya juga bermunculan misalnya berdirinya sekolah alam dan home schooling yang rasio belajar di dalam dan di luar kelas 30 : 70. Belajar di luar kelas bertujuan menumbuhkan kesadaran dan empati anak terhadap lingkungan, sehingga terbiasa merawat dan peduli lingkungan, pengembangan kepribadian yang berakhlak dan mengintegrasi nilai-nilai kemanusiaan atau human value ke dalam pembelajaran dan membiasakan seorang anak memecahkan suatu masalah, menciptakan suatu karya, mampu mengamati apa yang ada dan terjadi disekitarnya, serta mempresentasikan sesuai dengan tingkatan usianya. Fenomena bermunculannya sekolah-sekolah alam dan Home Schooling di kota seperti, sekolah alam depok, sekolah alam bandung, sekolah alam cikeas, dll dengan menawarkan kurikulum dan paradigma yang berbeda dengan sekolah formal, sejauh ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Lahirnya generasi yang unggul, tangguh, cerdas, serta memiliki mental kemandirian tinggi ditunggu kehadirannya dalam mewujudkan kebangkitan bagi negeri ini. Generasi seperti ini hanya bisa dilahirkan dari sebuah sistem pendidikan yang utuh. Sistem pendidikan yang Utuh tidak cukup hanya mengembangkan kecerdasan Intelegensia (IQ) semata, melainkan harus mendayagunakan dan mengembangkan Kecerdasan Emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) serta kecerdasan-kecerdasan lain.
Keberadaan Sekolah Alam dan Home Schooling ini bisa menciptakan generasi unggul yang bisa menjawab tantangan zaman terutama untuk era globalisasi ini, meskipun Pendidikan ini terasa mahal dan adanya dikota-kota besar ini mungkin bisa kita transformasikan kurikulum dan metodenya ke pendidikan di daerah-daerah dan semoga bisa terjangkau masyarakat. Dengan demikian akan tercipta Pendidikan yang utuh dapat menciptakan generasi unggul yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi (Iptek) serta memiliki Iman dan Taqwa (Imtaq) dan menjadikan bangsa ini bangkit dari semua keterpurukan dari berbagai bidang dan menjadi bangsa yang unggul di masa depan.
Label:
agama,
ilmu pengetahuan,
pendidikan
Minggu, 16 Mei 2010
Puisi Untuk Anakku
Alyhad Rifqi Al Habib, Hasna Maulida Mutaqinna
Anakku...
Anakku ...
Roda hidup terus berputar
Jangan patah semangat
Injak setiap kerikil tajam membentang
Sakit memang...Tapi itu akan membuatmu tenang
Anakku ....
Bergeraklah...
Di setiap ada ketidakadilan
Hadapi dengan segala kekuatan
Ingat Tuhan bersama kita, nak
Anakku ..
Jadilah dirimu Rajawali
Sayapnya mengepak penuh wibawa
Sorot matanya tajam penuh kepastian
Terbang tinggi penuh kegagahan
Kakinya kokoh mencekram dahan kebenaran
Anakku ....
Jangan jadikan dirimu pahlawan
Jadikan dirimu sejarah yang rupawan
Jangan banyak berharap orang mengenangmu
Tersenyumlah nanti dialam kuburmu
Anakku II
Anakku...
Panglimamu adalah keberanian
Kekuatanmu adalah kesabaran
Kendaraanmu adalah keteguhan
Jiwamu adalah kesadaran..
Anakku..
Kuatkan akan prinsip hidupmu
Jangan tatap kehidupan yang semu
Asa akan selalu menghinggapimu
Kebaikkan akan selalu menghiasi hatimu...
Anakku...
Bertemanlah dengan kebaikan
Ucapkan selalu kebenaran
Bertemanlah dengan yang papa
NikmatMu akan terus menyapa
Alyhad Rifqi Al Habib, Hasna Maulida Mutaqinna
Anakku...
Hidup terbentang dihadapanmu
Badai gelombang pasti menerpamu
Bersikaplah seperi karang, nak
Tatap gelombang dengan keberanian..
Anakku ...
Roda hidup terus berputar
Jangan patah semangat
Injak setiap kerikil tajam membentang
Sakit memang...Tapi itu akan membuatmu tenang
Anakku ....
Bergeraklah...
Di setiap ada ketidakadilan
Hadapi dengan segala kekuatan
Ingat Tuhan bersama kita, nak
Anakku ..
Jadilah dirimu Rajawali
Sayapnya mengepak penuh wibawa
Sorot matanya tajam penuh kepastian
Terbang tinggi penuh kegagahan
Kakinya kokoh mencekram dahan kebenaran
Anakku ....
Jangan jadikan dirimu pahlawan
Jadikan dirimu sejarah yang rupawan
Jangan banyak berharap orang mengenangmu
Tersenyumlah nanti dialam kuburmu
Anakku II
Anakku...
Panglimamu adalah keberanian
Kekuatanmu adalah kesabaran
Kendaraanmu adalah keteguhan
Jiwamu adalah kesadaran..
Anakku..
Kuatkan akan prinsip hidupmu
Jangan tatap kehidupan yang semu
Asa akan selalu menghinggapimu
Kebaikkan akan selalu menghiasi hatimu...
Anakku...
Bertemanlah dengan kebaikan
Ucapkan selalu kebenaran
Bertemanlah dengan yang papa
NikmatMu akan terus menyapa
Rabu, 07 April 2010
KEPEMIMPINAN PEMUDA
Di tangan pemudalah masa depan suatu bangsa. Fakta-fakta sejarah membuktikan peranan pemuda memberikan kontribusi yang penting dalam memperjuangkan kemerdekaan. Pemuda adalah suatu fase pertengahan/transisi antara generasi anak dengan generasi tua.
Sekarang ini banyak persepsi negatif tentang pemuda, banyak generasi muda kita sekarang berjiwa hedonism, pembuat rusuh, tidak peduli dengan nasib negaranya, mementingkan dirinya sendiri, pergaulan bebas dan narkoba, aborsi bahkan tindakan kriminalitas yang lain.
Globalisasi ini, kita memerlukan pemuda yang berkualitas yang mempunyai jiwa kepemimpinan untuk proses regenerasi dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi yang menyangkut transaksi antara pemimpin dan bawahan. Pemimpin memberikan kontribusi yang besar terhadap keberhasilan suatu organisasi/lembaga.
Generasi muda yang mempunyai kualitas jiwa pemimpin yang ber-karakter diantaranya : Memiliki religiuitas yang kuat, Idealis, Visioner dan Inovatif, Responsiv and sense humanism, Pemberani, Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan tehnologi.
Religiuitas yang kuat
Seorang pemimpin muda harus mempunyai dasar Agama yang kokoh, seprti yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw yang mempunyai sifat kepemimpinan Sidiq : Jujur, Amanah ; dapat dipercaya, Tabligh : menyampaikan kebenaran, Fathonah : Cerdas dan berakhlak mulia.
Idealisme
Idealisme yang dipupuk di masa belajar harus diikuti dengan semangat profesionalisme ketika merintis kerja. Karakter professional ini yang kurang dari kalangan pemuda dan profesional inilah yang memerlukan pembelajaran secara kontinyu
Visioner dan inovatif
seorang pemimpin muda harus berpikir maju jauh kedepan sesuai tuntutan zaman dan bervisi strategis dan mempunyai ide-ide segar serta mempunyai paradigma-paradigma baru dalam memberikan problem solving terhadap sebuah permasalahan.
Responsiv dan sense of humanism
Seorang pemimpin muda harus mempunyai daya sigap dan tanggap yang tinggi terhadap permasalahan-permasalahan sosial dan mempunyai rasa kemanusian terhadap lingkungan sekitarnya, dengan sensivitas akan diperoleh kecepatan dalam menangani suatu permasalahan.
Pemberani
Seorang pemimpin muda harus berani mengemban amanat, berani menerima tantangan, berani mengambil suatu resiko, berani dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.
Penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi
Seorang pemimpin muda pada zaman globalisasi harus bisa menguasai bahasa asing/internasional.
Iptek sekarang ini tidak terlepas dari kehidupan kita, semakin maju zaman semakin pula kita harus menguasai tehnologi, tapi jangan mudah diperbudak oleh tehnologi.
Pemuda merupakan fase yang bagus untuk kaderisasi kepemimpinan. maka
bisa digalakkan lagi forum-forum kepemudaan, misalnya ; OSIS, Karang Taruna, ataupun organisasi yang banyak tersedia dimana-mana untuk membentuk jiwa kepemimpinan, disamping untuk terus belajar mencari ilmu pengetahuan, sebab dari forum-forum inilah dulu orang-orang besar negeri ini dilahirkan. Bila Pemuda sekarang mempunyai kecerdasan Ilmu Pengetahuan, Spiritual dan Sosial, sudah saatnya pemuda siap menggantikan kepemimpinan generasi pendahulunya. Sayyidina Ali karramallahu wajhah menuturkan “Bukanlah pemuda seseorang yang mengatakan inilah bapakku, tetapi yang dikatakan pemuda adalah dia yang berani mengatakan inilah aku“, untuk itu jangan jadi pemuda yang membanggakan kesuksesan orangtuanya/pendahulunya, tapi jadilah pemuda yang membanggakan kesuksesannya sendiri.
Sekarang ini banyak persepsi negatif tentang pemuda, banyak generasi muda kita sekarang berjiwa hedonism, pembuat rusuh, tidak peduli dengan nasib negaranya, mementingkan dirinya sendiri, pergaulan bebas dan narkoba, aborsi bahkan tindakan kriminalitas yang lain.
Globalisasi ini, kita memerlukan pemuda yang berkualitas yang mempunyai jiwa kepemimpinan untuk proses regenerasi dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi yang menyangkut transaksi antara pemimpin dan bawahan. Pemimpin memberikan kontribusi yang besar terhadap keberhasilan suatu organisasi/lembaga.
Generasi muda yang mempunyai kualitas jiwa pemimpin yang ber-karakter diantaranya : Memiliki religiuitas yang kuat, Idealis, Visioner dan Inovatif, Responsiv and sense humanism, Pemberani, Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan tehnologi.
Religiuitas yang kuat
Seorang pemimpin muda harus mempunyai dasar Agama yang kokoh, seprti yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw yang mempunyai sifat kepemimpinan Sidiq : Jujur, Amanah ; dapat dipercaya, Tabligh : menyampaikan kebenaran, Fathonah : Cerdas dan berakhlak mulia.
Idealisme
Idealisme yang dipupuk di masa belajar harus diikuti dengan semangat profesionalisme ketika merintis kerja. Karakter professional ini yang kurang dari kalangan pemuda dan profesional inilah yang memerlukan pembelajaran secara kontinyu
Visioner dan inovatif
seorang pemimpin muda harus berpikir maju jauh kedepan sesuai tuntutan zaman dan bervisi strategis dan mempunyai ide-ide segar serta mempunyai paradigma-paradigma baru dalam memberikan problem solving terhadap sebuah permasalahan.
Responsiv dan sense of humanism
Seorang pemimpin muda harus mempunyai daya sigap dan tanggap yang tinggi terhadap permasalahan-permasalahan sosial dan mempunyai rasa kemanusian terhadap lingkungan sekitarnya, dengan sensivitas akan diperoleh kecepatan dalam menangani suatu permasalahan.
Pemberani
Seorang pemimpin muda harus berani mengemban amanat, berani menerima tantangan, berani mengambil suatu resiko, berani dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.
Penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi
Seorang pemimpin muda pada zaman globalisasi harus bisa menguasai bahasa asing/internasional.
Iptek sekarang ini tidak terlepas dari kehidupan kita, semakin maju zaman semakin pula kita harus menguasai tehnologi, tapi jangan mudah diperbudak oleh tehnologi.
Pemuda merupakan fase yang bagus untuk kaderisasi kepemimpinan. maka
bisa digalakkan lagi forum-forum kepemudaan, misalnya ; OSIS, Karang Taruna, ataupun organisasi yang banyak tersedia dimana-mana untuk membentuk jiwa kepemimpinan, disamping untuk terus belajar mencari ilmu pengetahuan, sebab dari forum-forum inilah dulu orang-orang besar negeri ini dilahirkan. Bila Pemuda sekarang mempunyai kecerdasan Ilmu Pengetahuan, Spiritual dan Sosial, sudah saatnya pemuda siap menggantikan kepemimpinan generasi pendahulunya. Sayyidina Ali karramallahu wajhah menuturkan “Bukanlah pemuda seseorang yang mengatakan inilah bapakku, tetapi yang dikatakan pemuda adalah dia yang berani mengatakan inilah aku“, untuk itu jangan jadi pemuda yang membanggakan kesuksesan orangtuanya/pendahulunya, tapi jadilah pemuda yang membanggakan kesuksesannya sendiri.
Senin, 22 Maret 2010
Tekanan hidup dan Sebuah harapan
Tekanan hidup dan Sebuah harapan
Tekanan hidup semua orang pasti merasakan, baik berupa tekanan phsikis ataupun tekanan batin, semua orang akan selalu menghindari segala bentuk tekanan hidup. Tekanan mengganggu kenyamanan hidup, membatasi ruang gerak dan menumpulkan daya kreativitas kita. Dibalik tekanan hidup dan sebuah harapan apabila bisa kita tangani dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang besar. Tekanan hidup sebenarnya justru berguna untuk merangsang munculnya potensi-potensi yang terpendam dalam diri seseorang. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat hidup jadi malas, kurang kreatif dan kurang produktif. Tapi manusia butuh stimulan/rangsangan untuk bergerak. Dari sebuah tekanan hidup dan sebuah harapan merupakan salah satu stimulan/rangsangan itu.
Harapan adalah ketergantungan hati terhadap sesuatu yang dicintai yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Harapan merupakan ruh dalam menggapai suatu tujuan, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Harapan bukannlah suatu bentuk dari ketamakan. Akan tetapi kunci dari bangkitnya manusia dari keterpurukan. Harapan berbeda dengan angan-angan. Perbedaan harapan dan angan-angan terletak pada nilai dan dampaknya. Angan-angan bisa bisa menyebabkan orang menjadi malas dan tidak mau berjerih payah. Sedangkan harapan merupakan perbuatan terpuji.
Harapan bisa menjadi pelita kehidupan. Harapan mampu mengubah hutan belantara menjadi surga. Orang yang sakit menjadi sehat. Yang jatuh akan bangkit. Sesuatu yang secara hitungan matematis tidak bisa, tidak mampu dan tidak mungkin dicapai, maka dengan sebuah harapan semua akan menjadi bisa, menjadi mampu dan menjadi mungkin. Betapa dahsyatnya sebuah harapan dalam kehidupan. Seorang Ibu menyusui, membimbing mengarahkan putra-putrinya dengan tiada henti, karena berharap kelak mereka akan menjadi anak yang berbakti. Seorang bapak bekerja dengan giat. Jauh dan berat tidaklah menjadi rintangan. Semua itu karena ia mempunyai harapan utnuk keluarganya. Begitu juga dengan seorang pimpinan, Ia akan bijak dan adil karena berharap perbuatannya akan menjadi teladan .
Para Pemimpin-Pemimpin Besar, Pengusaha Sukses, Dia pasti berawal dari bawah tidak langsung menjadi sukses ataupun besar. Berawal dari tekanan hidup, serba kekurangan, dipenjara, dan bentuk tekanan hidup lainnya, mereka mampu mempertahankan harapan dan optimisme hidup sehingga timbul niat dan kemauan yang besar sehingga membentuk kunci daya hidup mereka. Banyak karya-karya besar tercipta karena adanya tekanan pada pengarangnya. Pemimpin besar seperti Ir. Soekarno muncul dikarenakan tekanan dari penjajahan dengan sebuah harapan yang sudah tercapai, yaitu kemerdekaan.
Ketika seseorang kehilangan sebuah harapan maka yang ada hanyalah keputusasaan. Bagi seorang yang beragama keputusasaan itu larangan. Baik dalam urusan dunia ataupun urusan akhirat.
Orang yang berputus asa tidak akan memiliki kepercayaan baik pada dirinya maupun pada Tuhan. Karena ia telah menjustifikasikan dirinya dengan kegagalan. Dampak yang timbul dari keputus asaan terkadang stress, down, menyakiti diri sendiri, bunuh diri, berprasangka kepada orang lain juga kepada Tuhan..
Dengan tekanan hidup dan sebuah harapan membuat mereka selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang dibawah tekanan, bekerja dalam kesulitan, optimis didepan tantangan, dan gembira dalam segala situasi. Jika ingin langkah kehidupan ini menjadi indah, maka harus ada sebuah harapan yang menyertainya. Bangunlah harapan agar hidup ini lebih berwarna. Lebih baik hidup dengan sebuah harapan daripada hidup dengan sejuta impian
Tekanan hidup semua orang pasti merasakan, baik berupa tekanan phsikis ataupun tekanan batin, semua orang akan selalu menghindari segala bentuk tekanan hidup. Tekanan mengganggu kenyamanan hidup, membatasi ruang gerak dan menumpulkan daya kreativitas kita. Dibalik tekanan hidup dan sebuah harapan apabila bisa kita tangani dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang besar. Tekanan hidup sebenarnya justru berguna untuk merangsang munculnya potensi-potensi yang terpendam dalam diri seseorang. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat hidup jadi malas, kurang kreatif dan kurang produktif. Tapi manusia butuh stimulan/rangsangan untuk bergerak. Dari sebuah tekanan hidup dan sebuah harapan merupakan salah satu stimulan/rangsangan itu.
Harapan adalah ketergantungan hati terhadap sesuatu yang dicintai yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Harapan merupakan ruh dalam menggapai suatu tujuan, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Harapan bukannlah suatu bentuk dari ketamakan. Akan tetapi kunci dari bangkitnya manusia dari keterpurukan. Harapan berbeda dengan angan-angan. Perbedaan harapan dan angan-angan terletak pada nilai dan dampaknya. Angan-angan bisa bisa menyebabkan orang menjadi malas dan tidak mau berjerih payah. Sedangkan harapan merupakan perbuatan terpuji.
Harapan bisa menjadi pelita kehidupan. Harapan mampu mengubah hutan belantara menjadi surga. Orang yang sakit menjadi sehat. Yang jatuh akan bangkit. Sesuatu yang secara hitungan matematis tidak bisa, tidak mampu dan tidak mungkin dicapai, maka dengan sebuah harapan semua akan menjadi bisa, menjadi mampu dan menjadi mungkin. Betapa dahsyatnya sebuah harapan dalam kehidupan. Seorang Ibu menyusui, membimbing mengarahkan putra-putrinya dengan tiada henti, karena berharap kelak mereka akan menjadi anak yang berbakti. Seorang bapak bekerja dengan giat. Jauh dan berat tidaklah menjadi rintangan. Semua itu karena ia mempunyai harapan utnuk keluarganya. Begitu juga dengan seorang pimpinan, Ia akan bijak dan adil karena berharap perbuatannya akan menjadi teladan .
Para Pemimpin-Pemimpin Besar, Pengusaha Sukses, Dia pasti berawal dari bawah tidak langsung menjadi sukses ataupun besar. Berawal dari tekanan hidup, serba kekurangan, dipenjara, dan bentuk tekanan hidup lainnya, mereka mampu mempertahankan harapan dan optimisme hidup sehingga timbul niat dan kemauan yang besar sehingga membentuk kunci daya hidup mereka. Banyak karya-karya besar tercipta karena adanya tekanan pada pengarangnya. Pemimpin besar seperti Ir. Soekarno muncul dikarenakan tekanan dari penjajahan dengan sebuah harapan yang sudah tercapai, yaitu kemerdekaan.
Ketika seseorang kehilangan sebuah harapan maka yang ada hanyalah keputusasaan. Bagi seorang yang beragama keputusasaan itu larangan. Baik dalam urusan dunia ataupun urusan akhirat.
Orang yang berputus asa tidak akan memiliki kepercayaan baik pada dirinya maupun pada Tuhan. Karena ia telah menjustifikasikan dirinya dengan kegagalan. Dampak yang timbul dari keputus asaan terkadang stress, down, menyakiti diri sendiri, bunuh diri, berprasangka kepada orang lain juga kepada Tuhan..
Dengan tekanan hidup dan sebuah harapan membuat mereka selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang dibawah tekanan, bekerja dalam kesulitan, optimis didepan tantangan, dan gembira dalam segala situasi. Jika ingin langkah kehidupan ini menjadi indah, maka harus ada sebuah harapan yang menyertainya. Bangunlah harapan agar hidup ini lebih berwarna. Lebih baik hidup dengan sebuah harapan daripada hidup dengan sejuta impian
Label:
agama,
Phsikologi,
sosial kemasyarakatan
Kamis, 18 Maret 2010
Berpidato/Ceramah
Berpidato/Ceramah
Berpidato adalah Berbicara didepan umum maksudnya berbicara dihadapan lebih dari seorang pendengar, biasanya pendengar banyak jumlahnya
Tujuan dari berpidato :
1. Untuk memberitahukan sesuatu kepada pendengar
2. Untuk menghibur atau menyenangkan pendengar
3. untuk mempengaruhi pendapat atau membujuk para pendengar untuk melakukan
perbuatan tertentu.
Tehnik/cara Pidato yang baik :
1. Persiapan
• Kumpulkan gagasan atau ide yang akan disampaikan sebanyak mungkin
• Kumpulkan Fakta/peristiwa yang tepat dan jangan sampai fakta itu merugikan
• Diskusikan gagasan dengan teman-teman sejajar dan yang lebih tinggi ilmu
pengetahuannya
• Susunlah gagasan, pikiran serta fakta-fakta yang telah anda sempurnakan hingga
berurutan.
• Cobalah bawakan berulang-ulang, bila ada kejanggalan perbaiki sampai sempurna
2. Kepribadian
Kepribadian seseorang bisa dilihat dari cara berpakaian, berpakaianlah yang rapi,
pilih warna yang tidak menyolok karena warna yang menyolok dapat menyelewengkan
perhatian pendengar. Dalam berpakaian hal-hal yang sekecil apapun harus
diperhatikan, misalnya :kancing, dasi, letak dasi, letak topi bila memakai topi.
3. Bahan-bahan Pidato
- Persiapan bahan
Bahan yang harus dikemukakan harus baik dan aktual
- Penyajian Bahasa
Pergunakan bahasa yang sesuai dengan keadaan pendengar, masyarakat pedesaan,
perkotaan, pelajar/mahasiswa. perkataan yang jorok dan mengulang kata-kata yang
sama.
- Bila pakai media peraga kita harus menguasai media pendukung tersebut
4. Saat-saat berbicara
1. Kuasai situasi dengan percaya diri, berdiri tegak dan pandanglah pendengar dari
baris depan hingga baris belakang.
2. Kedua tangan dibiarkan tergantung secara wajar jangan memainkan jemari
3. Jangan terlalu sering menggerakkan tangan dengan gerakan yang sama, simpanlah
gerakan istimewa untuk penekanan terhadap kata-kata yang dianggap penting.
4. Perkataan haruslah sopan jangan sekali-kali mengeluarkan perkataan yang jorok ,
dan mengulang kata-kata yang sama
5. Di saat pendengar mulai terlihat sedikit ngantuk, maka diperlukan pula untuk
membangkitkan semangat para pendengar misalkan bisa diselingi humor, ataupun
tamsil yang menarik.
4. Susunan Pidato
- Menyampaikan salam pembukaan.
- pengucapan kata pendahuluan
- Penyingkatan isi pidato
- Materi pokok
- Kesimpulan isi pidato
- Saran dan harapan
- Penutup atau salam penutup
Hal-hal yang harus dihindari dan hal-hal yang harus dilakukan dalam membuka pidato :
- Janganlah anda membuka pemula pidato yang bertele-tele yang dapat membuat
pendengar bosan, buatlah kata-kata pemula ang singkat tetapi mengenai sasaran
(sesuai tema) dan menarik hati.
- Janganlah membuat kata-kata yang lucu, karena disini pendengar telah siap
mendengarkan pidato bukan pelawak, karena dengan banyaknya lelucon maka perhatian
pendengar padapokok masalah akan hilang. Lelucon dapat dimasukkan disaat
pendengar mulai jenuh ataungantuk.
- Jangan sekali-kali membuka pidato dengan kata-kata belum siap atau permintaan
maaf atas belum siapnya menyampaikan pidato. Camkan pada bahwa kita berdiri
dimimbar berarti sudah siap segalanya.
- Timbulkan perhatian serta minat pendengar, jangan malah sebaliknya mematahkan
semangat untuk mendengar pidato. Pakailah kata pembuka yang menarik sehingga akan
menimbulkan perasaan ingin tahu para pendengar.
Label:
berpidato,
Komunikasi,
tehnik-tehnik ceramah
Kamis, 04 Maret 2010
WAKTU
Persoalan waktu merupakan persoalan setiap orang dalam hidupnya. Akan dibawa kemana waktu kita.., menurut pepatah Arab "Waktu Laksana Pedang", Jika engkau lengah, maka ia akan menebas lehermu sendiri. Menurut pepatah orang Barat "Time Is Money" waktu adalah uang seakan hidup hanya untuk mencari uang , kebahagian hidup parameternya dari segi materialistis/jasmani, masalah Waktu memang penting, oleh karena itu, pandai-pandailah kita mengatur waktu dan jangan meremehkannya. Marilah kita kaji secara detail tentang Waktu.
Dalam Hadist Riwayat Bukhori sudah sudah disebutkan ada Lima Perkara Sebelum Datang Lima Perkara tentang memanfaatkan keberadaan Waktu :
- Hidupmu sebelum datang matimu Marilah kita manfaatkan waktu hidup kita sebelum datang waktu mati.Hidup merupakan tempat kita untuk berinvestasi untuk akherat kita, jangan sekali-kali waktu hidup kita hanya bergulir begitu saja, Waktu hidup kita kita isi dengan berbuat kebaikan dan jangan jangan pula menunda-nunda kebaikan senyamapang kita masih hidup, dan jangan biarkan waktu bergulir tanpa mengalir ke jalan Ibadah...
- Sehat Sebelum datang waktu Sakitmu Marilah kita manfaatkan waktu sehat kita sebelum datang waktu sakit. Tidak satupun manusia yang ingin hidup tidak bahagia. Tapi seringkali dalam meraih bahagia hanya fatamorgana belaka. Upaya itu memang telah membuahkan hasil berupa tumpukan materi. Namun tumpukan materi yang di sangkanya bisa membuat hidup bahagia itu ternyata tidak bisa di nikmati persoalannya sepele hanya karena sakit . Ketika sakit, apapun yang dirasakan tidak enak dan tidak nyaman. Untuk itu Kesehatan itu sangat mahal harganya, dikala kita sehat kita harus menjaga pola hidup berrsih, tertib dan pola makan yang seimbang, disertai dengan terus beribadah kepada Alloh SWT.
- Luang sebelum datang waktu Sempitmu Memiliki waktu luang merupakan nikmat yang perlu disyukuri. Karena betapa banyak yang tidak bisa memenuhi keinginannya hanya karena tidak punya waktu luang. Apapun bisa dimiliki tapi kalau tidak punya waktu luang, semua itu menjadi percuma. Sebaliknya juga percuma terlalu banyak waktu luang tapi tidak punya apa-apa untuk bisa dinikmati. Begitu pula dengan pekerja ataupun apa namanya, tentu tidak hanya mengisi waktunya dengan hanya sekedar menunggu gajian. Karena dengan diterimanya gaji ada konsekuensi kewajiban yang harus ditunaikan. Mengabaikan kewajiban dengan menghabiskan waktu sia-sia tentu akan ada yang dirugikan. Kalau demikian tentu ia telah berbuat aniaya dan apa yang di kerjakan bukan termasuk ibadah
- Kayamu sebelum datang Miskinmu Marilah kita manfaatkan waktu kaya kita dengan banyak membantu dan menolong kepada yang membutuhkan, bersedekah kepada fakir miskin, memberi zakat, Infaq, dsb, sebab "tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah".
- Muda sebelum datang waktu Tuamu Masa Muda harus kita isi dengan mencari Ilmu, sebab ilmu adalah cahaya, yang setiap saat memancar menerangi jiwa dan kehidupan. Tanpa Ilmu Pengetahuan maka hari depan yang kita gambar akan semakin tampak meremang sehingga akan menuju pada rel kehancuran. Aktivitas mencari Ilmu juga termasuk Ibadah
Label:
agama,
sosial kemasyarakatan,
waktu
Langganan:
Postingan (Atom)