Sabtu, 14 Mei 2011

KIAT MUDAH DAN BERKAH MENCARI REZEKI

Mari kita simak ungkapan berikut “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan hidup selama-lamanya, dan beramallah buat akhiratmu seolah-olah engkau mati besok”.

1. HALAL DAN BERSIH

Pastikan pekerjaan dan usaha yang kita geluti halal dan bersih, bebas dari hal-hal yang dilarang maupun syubhat. Hal penting, karena berkah Alloh tidak datang atas pekerjaan dan usaha yang haram dan terlarang.

2. LURUSKAN NIAT

Tanamkan niat dalam hati kita bahwa segala apa yang kita kerjakan dalam rangka beribadah kepada Alloh dan untuk meraih Ridho-Nya.

3. MEMBACA BISMILAH

Mulailah semua aktivitas dengan membaca Bismillah.

4. PERGILAH SEPAGI MUNGKIN

Jangan biarkan kita diserang kantuk lantas tertidur kembali bakda shubuh.

5. BERPEGANG TEGUH PADA KETENTUAN ALLOH DAN RASUL-NYA

Hindari perbuatan tercela dan dosa, seperti berbohong, mengurangi timbangan, menimbun barang, mencampur barang yang bagus dengan yang jelek untuk mendapatkan keuntungan berlipatganda dan sejenisnya.

6. SEBARKAN SALAM

Ucapkan salam saat bertemu dengan rekan sejawat, bawahan, atasan, rekanan, pelanggan, klien, pemasok atau siapa saja.

7. TERSENYUMLAH

Tersenyum kepada siapapun yang berhubungan dengan kita. Senyum yang tulus, menyejukkan hati, mendekatkan jiwa dan menjernihkan wajah.

8. BERSYUKURLAH

Bersyukurlah kepada Alloh atas hasil yang kita dapatkan, besar atau kecil.

9. BERTERIMA KASIH

Selain bersyukur kepada Alloh jangan lupa berterimakasih kepada semua orang yang ada disekaliling kita seperti pegawai, pemasok, penyalur, pelanggan, masyarakat sekitar dan lain-lain. Dan terutama sekali kepada kedua orang tua kita.

10. BERSABARLAH

Bersabarlah jika dalam pekerjaan dan usaha kita saat ini belum memberikan hasil seperti yang kita harapkan, sembari mencari kekeliruan dan kesalahan yang mungkin kita lakukan.

11. BERINFAQ DAN BERSEDEKAH

Jangan lupa berinfaq dan bersedekah berapapun hasil yang kita dapatkan.

12. BAYARKAN UTANG

Usahakan mengalokasikan rezeki yang kita dapatkan untuk membayar utang.

13. TUNAIKAN ZAKAT

Jika setelah utang di lunasi, infaq dan sedekah ditunaikan, kita masih diberikan kelebihan harta, jangan lupa membayar zakat.

14. MENABUNG

Jangan habiskan semua penghasilan kita setiap hari atau setiap bulan untuk keperluan hidup, membeli barang mewah atau berfoya-foya.

15. PUTAR DAN PRODUKTIFKAN HARTA

Produktifkan rezeki yangkita miliki untuk kemaslahatan orang banyak.

16. BERBUAT IHSAN

Ihsan artinya berbuat yang terbaik untuk mendapatkan hasil sebaik mungkin. Islam mewajibkan setiap muslim berbuat ihsan dalam hal apapun. Bahkan dalam perang dan pelaksanaan hukumanpun, islam mewajibkan umatnya untuk berbuat Ihsan.

17. JAUHI SUAP DAN SOGOK

Suap dan sogok (riswah) adalah perbuatan yang amat dibenci Islam. Suap dan sogok adalah cikal bakal berkembangnya penipuan dan penindasan.

18. BERAMAL SHOLEH

Jangan pernah berhenti melakukan amalsholeh, sebab hanya iman dan amal shaleh itu yang mengantarkan kita kepada kehidupan yang baik di dunia dan kebahagiaan di akherat.

Firman Alloh : “siapa yang beramal shaleh, baik lki-laki maupun perempuan dan ia seorang mukmin, amat pasti kami limpahkan kepadanya kehidupan yang baik (hayatan thoyyibah) dan Kami balas dengan ganjaran yang lebih baik dari apa yang telah diperbuatnya”. (QS. An Nahl /16:96)

Sabtu, 04 Desember 2010

MENJALANI HIDUP

MENJALANI HIDUP



Setiap orang dalam mengarungi hidupnya, pasti mengalami adanya beberapa pilihan dalam mengambil keputusan jalan hidupnya, beberapa alternatif jalan hidup tergambar dan terbentang luas di alam pemikirannya, mana yang akan dipilihnya, manusia bebas menentukan salah satu alternatif jalan hidupnya, menimbang nimbangnya dan memikirkannya ataupun jalan hidupnya mengalir seperti air. Manusia memerlukan beberapa dasar/pijakan dalam memilih jalan hidupnya ada yang didasari dengan emosional, rasionalitas dan spiritualitas, dalam pengambilan keputusan yang didasari :

Pemikiran yang Emosional biasanya hanya untuk mementingkan hawa nafsunya, apakah jalan hidupnya untuk mengejar kepentingan sesaat duniawi, entah itu berupa jabatan, keuangan, ataukah yang lainnya itulah parameter kebahagian seseorang, dan tujuan hidup pun biasanya mudah tercapai, karena dengan melakukan segala cara agar bisa mencapai apa yang diinginkannya.

Pengambilan keputusan dengan Dasar Rasionalitas biasanya kebahagiaan seseorang parameternya sesuai dengan apa yang diinginkannya, sebagai contoh seorang seniman biasanya memilih jalan hidupnya sendiri, dia tidak mau dipaksakan hidupnya untuk seperti orang lain yang tidak sesuai dengan keeksistensiannya sebagai seorang seniman, Tujuan hidupnya biasanya sesuai dengan apa yang didiinginkannya dan gaya hidupnya sesuai dengan eksistensinya, seorang politisi pun tujuannya nya hanya untuk mementingkan kepentingan sendiri dan kelompoknya/golongannya tanpa memnentingkan kepentingan umum.

Pengambilan keputusan jalan hidup yang didasari Rasionalitas dan Spiritualitas, memiliki dasar yang kokoh karena didasari dengan prinsip keseimbangan hidup antara kepentingan duniawi dan akheratnya. Tujuan hidupnya didasari dengan kearifan dan kebijaksanaan, proses hidupnya biasanya memerlukan proses yang lama dan berkelok-kelok dan untuk mancapainya dengan penuh kesabaran dan kebesaran hati. Sebagai contoh apabila sebagai seorang seniman biasanya hasil karyanya tidak mementingkan kepuasan duniawi tapi juga untuk kepentingan akheratnya juga, seorang penulis pun ia akan memaknai penulisannya untuk kepentingan akheratnya juga.
Manusia bebas untuk menentukan jalan hidupnya, mau dibawa kemana tujuan hidupnya. Yang terpenting adalah kita pasrah dan ikhtiar.
Sebagai dasar pemikiran hidup manusia, itu sesuai dengan karakter manusianya tersebut, karakter hidup manusia biasanya didapat dari Keluarga, Pendidikan, Pengalaman Hidup, Lingkungan sekitar. Karakter manusia merupakan cerminan dari perilaku dan sikap hidupnya.

Keluarga inilah proses seorang manusia dari tertiupnya ruh kedalam rahim, sampai ia menemukan komunitas sendiri, ini merupakan dasar yang baik dalam membentuk jiwa manusia, perilaku orang tua juga mempengaruhi sikap dan karakter pada manusia.

Pendidikan mempunyai pengaruh yang besar dalam memainset hidup, inilah dasar berpikir dalam strategi mencapai tujuan hidup, pendidikan yang baik akan membawa peradaban manusia yang baik.

Pengalaman hidup memberikan sumbangan yang besar dalam me referensikan jalan hidupnya, misalnya kepahitan hidup di masa lalu bisa membawa dampak yang buruk bagi jiwa manusia.

Lingkungan juga memberikan kontribusi yang penting, siapa yang bergaul dengan orang baik maka ia akan menjadi baik dan barang siapa yang bergaul dengan orang yang tidak baik lambat laun akan tertular menjadi tidak baik

Minggu, 15 Agustus 2010

MENULIS DAN MENYUMBANG, KUNCI BAHAGIA?

Mengejar kebahagian jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Sebagian para Ahli berargumen, kebahagiaan secara luas dipengaruhi oleh genetik, kesehatan dan faktor lain yang berada di luar kontrol manusia.

Namun, penelitian terbaru mengatakan, kebahagiaan dapat ditentukan oleh seseorang melalui beberapa cara yang dapat diterapkan.

"Pertanyaan yang biasa disebutkan orang, mungkinkah kita menjadi lebih bahagia. Disamping penemuan yang mengatakan hal itu sebagian ditentukan secara genetik dan penelitian yang mengatakan situasi dalam kehidupan merupakan faktor kecil dari menemukan kebahagiaan, kami memiliki argumen bahwa tetap ada kemampuan diri seseorang untuk memperjuangkan kebahagiaan," ujar Psikologi dari University of California, Sonja Lyubomirsky.

Sonja menuturkan hal tersebut pada pertemuan tahunan American Association Advancement of Science. Dia dan rekan peneliti melalukan review terhadap 51 penelitian yang membahas bagaimana cara meningkatkan rasa bahagia melalui pemikiran positif.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa cara-cara itu dapat benar-benar berhasil. Berikut lima cara yang diungkapkan oleh Sonja dan tim peneliti mengenai cara meningkatkan rasa bahagia, yaitu:

1. Bersyukur. Sebagian dari para partisipan dalam studi diminta untuk menulis surat kepada orang-orang yang dianggap telah membantu mereka. Penelitian kemudian membuktikan, para partisipan tersebut bisa meningkatkan rasa bahagia mereka selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah mempraktekkan kebiasaan tersebut. Yang mengejutkan, surat yang dibuat tanpa dikirim, juga bisa dilaporkan menghasilkan efek yang hampir sama.

2. Tetap optimis. Sikap berpikir positif itu dianggap sangat membantu seseorang bahagia. Para partisipan studi diminta untuk memvisualisasikan masa depan ideal, misalnya hidup bersama pasangan yang dicintai atau memperoleh pekerjaan yang sangat sesuai. Kemudian menggambarkan pandangan tersebut disebuah jurnal. Setelah melakukan hal itu selama beberapa minggu, para partisipan itu dilaporkan bisa meningkatkan rasa bahagia yang mereka rasakan.

3. Hitung berkah yang Anda peroleh. Orang yang menulis tiga hal baik yang mereka alami setiap minggu terbukti mengalami peningkatan rasa bahagia yang signifikan. Tampaknya bersikap positif membantu orang untuk mengingat alasan untuk bahagia.

4. Maksimalkan kelebihan Anda. Sebuah studi lain, bertanya pada partisipan untuk mengidentifikasi kelebihan yang mereka miliki dan menggunakannya dengan cara baru. Contohnya, seseorang mengatakan dia memiliki rasa humor yang baik, bisa saja menggunakannya untuk bercerita pada pertemuan bisnis atau sekedar menghibur teman yang bersedih. Kebiasaan itu, tampaknya juga dapat meningkatkan rasa bahagia.

5. Lakukan hal yang baik. Tak salah jika ada kalimat bijak yang mengatakan, saat Anda membantu orang lain sebenarnya Anda tengah membantu diri sendiri. Orang yang mendonasikan waktu atau uang untuk membantu atau menyediakan tenaganya untuk menolong orang yang membutuhkan, dilaporkan lebih bahagia.

Diambil dari Kompas On- line

KESUCIAN QOLBU DALAM MEMAKNAI BULAN RAMADHAN

Banyak masyarakat kita menyambut bulan ramadhan yang penuh berkah ini dengan berbagai ragam cara, sesuai dengan kultur masing-masing daerah. Banyak orang juga memaknai bulan ramadhan, dengan berbagai paradigma masing-masing.

Di sisi lain dekadensi moral masih banyak mewarnai kehidupan masyarakat kita, pornografi yang makin marak, apalagi aktornya Publik Figur yang diidolakan para remaja yang notabene remaja kita masih mencari jati diri melalui proses meniru para idolanya. Tidak menutup mata banyak generasi sekarang terjebak dengan gaya hidup hedonisme. Gaya hidup yang memuja kebahagiaan dari sisi kemewahan belaka. Problem-problem sosial seperti sex bebas yang mengakibatkan timbulnya pembuangan dan perdagangan bayi yang tak berdosa, tawuran, yang masih menjadi problematika di masyarakat.

Melihat tayangan Infotainment dari semenjak bangun pagi sampai berangkat tidur, telivisi berlomba-lomba menyajikan berita fantastis seseorang dimuka umum, dilihat jutaan pemirsa mulai dari anak-anak sampai orang tua, mereka hanya mengejar rating, tanpa mengindahkan etika dan dampak negatifnya di masyarakat. ,

Sebagai seorang muslim bagaimana kita mensikapi bulan ramadhan ini dengan penuh makna “Cinta Tuhan” dan “Cinta Sesama” terhadap permasalahan yang ada disekitar kita.
Ramadhan bisa sebagai tonggak kesadaran, bahwa selama setahun kita dipersembahkan satu bulan “tertinggi dan mulia” untuk mengingat penuh kepada yang Maha Pencipta karena dalam sebelas bulan yang lain kita banyak berkutat kepada hal-hal bersifat keduniawian, mari kita tata pikiran dan hati kita untuk hadir dan bersimpuh dihadapan Alloh SWT.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci, mulia, dan bulan yang penuh berkah dimana bulan ramadhan merupakan bulan diturunkannya Kitab Suci Al Quran (Malam Lailatul Qodar) sekaligus sebagai petunjuk bagi umat manusia yang disertai penjelasan-penjelasan dari petunjuk tersebut, serta pembeda antara yang Haq/benar dengan yang Bathil/salah, yang haram dan yang halal.

Dalam bulan ramadhan kita diharuskan berpuasa menahan makan dan minum, menahan marah, mencegah berkumpul dengan istri/suami disiang hari, menurut Imam Al Ghozali berpuasa adalah memuasakan seluruh anggota badan maupun qolbu, dari bentuk kekhilafan baik yang di sengaja maupun tidak sengaja.

Bulan ramadhan sebagai media proses pencucian diri melalui bentuk me muasakan anggota tubuh, misalnya : mata kita tidak boleh melihat hal-hal yang menimbulkan nafsu, lidah kita senantiasa terjaga dari bicara sembarangan/ghibah sehingga tidak menyakiti orang lain, telinga untuk mendengarkan hal-hal yang baik, dan kedua tangan tidak akan merugikan orang lain. Angota tubuh semua harus benar-benar menghadap kepada sang pencipta melalui : membaca dan memahami isi Al Quran, Itikaf, mengkaji buku keagamaan, dan perbuatan baik lainnya.

Pencucian Rohani melalui bentuk me muasakan Qolbu/Hati misalnya dulu kita sering suudzon/berprasangka negatif kepada orang lain, iri dan dengki, kurang istiqomah, cepat marah. Di bulan suci ini kita mencoba berpikir positif, Istiqomah, sabar, dan sebagainya, menuju kepada meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kita.
Ditinjau segi jasmani/fisik, dengan puasa kita bisa mengistirahatkan jasmani khususnya pencernaan, lambung, untuk tidak bekerja secara terus menerus, sebab jasmani kita bukan mesin, sedangkan mesin saja masih istirahat.

Dari segi rohani, berpuasa bisa kita petik hikmahnya, antara lain Memiliki makna arti pengendalian diri, melatih menahan nafsu, melatih diri bagaimana kita harus bisa membedakan makanan yang akan kita makan itu halal atau haram, sehingga rohani kita menjadi bersih terhindar dari penyakit hati.

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana pahalanya dilipatgandakan bagi mereka yang beramal shalih. Marilah, berlomba lomba berbuat kebaikan dan memaknai bulan ramadhan dengan amal shalih meskipun di bulan lainnya kita juga harus tetap beramal shalih.

Esensi dalam bulan yang penuh berkah ini merupakan proses Pendidikan dan pelatihan (Diklat) sebagai sarana penggemblengan jasmani maupun rohani, untuk membina mental spiritual kita, mulai dari lingkup terkecil keluarga, baru kemudian ke lingkungan sekitar, dalam menghadapi problema sosial yang ada disekitar kita khususnya mengenai moralitas generasi yang semakin merosot.
Jadi kita patut bersyukur dengan datangnya bulan ramadhan, karena puasa membebaskan diri dari belenggu keduniawian dan menjaga fitrahnya dalam rangka memakmurkan bumi dijalan Alloh SWT. Mengisi serta memanfaatkan sebaik-baiknya bulan ramadhan dengan penuh keikhlasan untuk beribadah kepada Allah SWT, semoga kita dipertemukan lagi dengan bulan ramadhan berikutnya.

Kemudian diakhir bulan Ramadhan atau sebelum Hari raya Idul Fitri (I syawal) kita diwajibkan membayar zakat karena merupakan salah satu rukun islam . Hikmah dari Zakat adalah untuk membersihkan segala macam dosa dalam diri, pembersih harta, menghilangkan sifat kikir, sebagai tanda syukur atas nikmat Alloh, sebagai penjalin cinta dan kasih sayang antara yang kaya dan miskin dan sekaligus penyempurna Ibadah Puasa kita.

Harapan dengan datangnya bulan ramadhan yang suci ini berdampak positif, timbulnya keshalihan akhlak yang menuju kepada moralitas yang baik untuk membentengi masyarakat kita dari dampak negatif derasnya arus globalisasi serta keshalihan sosial karena dengan puasa menahan lapar dan dahaga, kita bisa merasakan kehidupan orang miskin, sehingga menimbulkan “Human Interest”, yang berupa kepedulian sosial, saling membantu (Tolong-menolonglah dalam berbuat kebaikan dan jangan tolong menolong dalam berbuat kemungkaran), dan dengan puasa yang penuh ikhlas dan iman, dapat mencapai tujuan puasa yang sebenarnya yaitu menjadi manusia yang Muttaqin.

Di penghujung Ramadhan kita jemput Idul Fitri diharuskan kita menjadi manusia-manusia Fitri yang bersih dari khilaf dan dosa, menjadikan kita manusia yang sholeh dan sholehah dalam beribadah maqdhoh sekaligus menjadikan kita manusia yang mempunyai keshalihan sosial.

Kamis, 22 Juli 2010

Dongeng Tentang Anak Musang

Harian Bernas Jogja
Minggu, 18 Juli 2010


Cerita : Ali Puspa Edi

Ada seekor Musang Janda, punya seekor anak bernama “Luwik “. Suatu hari musang betina berpamitan ke anaknya “Luwik“ untuk pergi ke pasar, sudah menjadi kebiasaan musang betina setiap hari pergi ke pasar, mencari makanan untuk anaknya yang masih kecil. Sore harinya ia pasti pulang dengan membawa makanan bagi anaknya.
Hari itu sudah menjelang matahari terbenam, Musang Betina tidak kunjung pulang, Luwik terus menanti. Sampai malam tiba tidak juga Pulang, Luwik terus menangis sambil memanggil-manggil Induknya, ia berkata “ibu pergi ke pasar kenapa nggak pulang-pulang..., Ibu....,” Si Luwik terus menangis hingga pagi, bahkan sampai siang terus memanggil-manggil Induknya.
Tangisan si Luwik itu, terdengar pamannya Tawon Kumbang, pamannya datang menghampiri si Luwik sambil bertanya “Ada apa Luwik... Kamu kok menangis terus”, diamlah...! “Paman... ,kemarin ibuku bilang akan pergi kepasar, tapi sampai sekarang tidak pulang, “kata Luwik.
“Diamlah, nanti Ibumu akan segera pulang. Ini aku buatkan kamu sebuah seruling. Bisakah kamu membunyikan seruling ini? Coba aku ajari ya.”
Ketika Pamannya meniup seruling, Luwik mendengar bunyi yang lucu “Sri ali-ali dongengane luwak luwik unine Brengkoteplok unine brengkotteplok “
“ini serulingnya, bunyikan sendiri ya..sambil menanti ibumu pulang! saya akan pergi , jangan menangis lagi..Pinta Pamannya
Ketahuilah bahwa sebenarnya seruling dari pamannya itu terbuat dari tulang paha Induknya Luwik sendiri, tapi oleh Pamannya dibuatkan seruling sedemikian baiknya, agar Luwik tidak tahu bahwa seruling itu berasal dari tulang paha induknya.
Setiap hari Luwik terus membunyikan serulingnya, sampai ia lupa pada Induknya. Ketika Luwik sedang membunyikan serulingnya, terdengar seekor kera putih yang ada diatas pohon. Ia tertarik suara merdu seruling luwik. Lalu ia mendekati dan merayu Luwik agar dipinjami seruling. Namun Luwik tidak mau memberikan serulingnya, Si Kera Putih terus membujuk dan merayu luwik agar dipinjami untuk membunyikan serulingnya itu, “sebentar saja” rayu si kera putih. Berkat bujukan serta rayuannya, akhirnya serulingnya diberikan kepada kera putih. Dengan catatan boleh dibunyikan tapi tidak boleh dibawa lari.
Namun bagaimana kenyatannya? setelah serulingnya diberikan. Luwik terlena tidak memperhatikan ke arah kera putih. Akhirnya si kera putih membawa lari seruling luwik naik keatas pohon yang besar sambil mengejek dan membunyikanya.
Luwik akhirnya teringat lagi pada Induknya, ia terus memanggil-manggil induknya, Tangisan Luwik terdengar pamannya Tawon Kumbang, yang kemudian mendekat dan berkata “ kenapa Luwik, kamu kok menangis lagi? Kemana serulingmu? “serulingku direbut oleh si kera putih, dan dibawa lari keatas pohon besar itu, “kata si luwik sambil menunjuk keatas.
“Diamlah, akan aku mintakan serulingmu dari si kera putih itu, “kata Pamannya.
Tawon Kumbang memanggil anak buahnya serta teman-temannya dan berkumpul banyak sekali. Lalu tawon-tawon tersebut mencari kera putih. Setelah ketemu, mereka ramai-ramai menyengatnya, sehingga badan kera putih melepuh besar, ia tak kuasa menahan sakit, dan seruling pun luwik jatuh kebawah. Di ambilnya seruling itu oleh Pamannya dan diberikan kepada luwik. Luwik pun langsung diam tidak menangis lagi. Pamannya beserta tawon-tawon yang lain berpamitan untuk segera pergi. Kera Putih itupun menangis keras-keras sambil menahan sakit diatas pohon besar.
. Tindakan Kera putih tersebut memberi contoh pada kita semua, barangsiapa berbuat jahat, dia akan menerima balasannya.(Penulis tinggal di Ngawi Jawa Timur)

Minggu, 23 Mei 2010

MEMBANGKITKAN GENERASI UNGGUL DENGAN PENDIDIKAN UTUH

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Mari kita lihat, cermin pelaksanaan pendidikan dinegeri ini, hanya menganggap peserta didik berprestasi kalau mereka mempunyai nilai tertinggi. Pendidikan kita tidak memandang peserta didik secara menyeluruh. Yang dinilai dalam masa evaluasi peserta didik hanya aspek akademis semata. Ini tertuang dalam nilai Ujian Nasional atau IP (indeks prestasi) saja. Aspek kecerdasan moral atau akhlak sama sekali tidak diperhitungkan. Dengan demikian, boleh jadi mereka tidak peka terhadap penderitaan rakyat. Orientasinya sudah berbeda. Buat apa mengangkat kehidupan rakyat dengan memberdayakan mereka dari ketertinggalan. Yang dipikirkan bagaimana dirinya aman, dan bisa mencapai kemakmuran hidupnya sendiri. Problem-problem sosial juga sering terjadi di kalangan peserta didik seperti tawuran, narkoba, seks bebas, dan berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya telah turut mempertebal "mendung kelabu" yang menaungi dunia pendidikan.

Pendidikan yang ideal seharusnya juga memperhatikan semua aspek dalam perkembangan peserta didik. Sebab, sejatinya pendidikan memang berkaitan dengan banyak aspek. Mereka yang rapornya bagus, misalnya belum tentu memiliki sensitivitas terhadap persoalan di sekitarnya. Misalnya, ketika kawan sekelasnya terserang penyakit atau masalah keluarga, apakah mereka yang beraport bagus itu punya kepedulian.
Memang dari segi akademis, hal itu sebagai langkah baik. Apalagi dalam konteks mengejar ilmu pengetahuan, kita memang masih tertinggal dibanding dengan negara-negara lain. Namun, dengan mengabaikan aspek non akademis, peserta didik akan kehilangan kepribadian dan menjadi tidak peka terhadap persoalan di sekitarnya.

Pendidikan non formal dengan metode, paradigma dan sistematikanya juga bermunculan misalnya berdirinya sekolah alam dan home schooling yang rasio belajar di dalam dan di luar kelas 30 : 70. Belajar di luar kelas bertujuan menumbuhkan kesadaran dan empati anak terhadap lingkungan, sehingga terbiasa merawat dan peduli lingkungan, pengembangan kepribadian yang berakhlak dan mengintegrasi nilai-nilai kemanusiaan atau human value ke dalam pembelajaran dan membiasakan seorang anak memecahkan suatu masalah, menciptakan suatu karya, mampu mengamati apa yang ada dan terjadi disekitarnya, serta mempresentasikan sesuai dengan tingkatan usianya. Fenomena bermunculannya sekolah-sekolah alam dan Home Schooling di kota seperti, sekolah alam depok, sekolah alam bandung, sekolah alam cikeas, dll dengan menawarkan kurikulum dan paradigma yang berbeda dengan sekolah formal, sejauh ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Lahirnya generasi yang unggul, tangguh, cerdas, serta memiliki mental kemandirian tinggi ditunggu kehadirannya dalam mewujudkan kebangkitan bagi negeri ini. Generasi seperti ini hanya bisa dilahirkan dari sebuah sistem pendidikan yang utuh. Sistem pendidikan yang Utuh tidak cukup hanya mengembangkan kecerdasan Intelegensia (IQ) semata, melainkan harus mendayagunakan dan mengembangkan Kecerdasan Emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) serta kecerdasan-kecerdasan lain.

Keberadaan Sekolah Alam dan Home Schooling ini bisa menciptakan generasi unggul yang bisa menjawab tantangan zaman terutama untuk era globalisasi ini, meskipun Pendidikan ini terasa mahal dan adanya dikota-kota besar ini mungkin bisa kita transformasikan kurikulum dan metodenya ke pendidikan di daerah-daerah dan semoga bisa terjangkau masyarakat. Dengan demikian akan tercipta Pendidikan yang utuh dapat menciptakan generasi unggul yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi (Iptek) serta memiliki Iman dan Taqwa (Imtaq) dan menjadikan bangsa ini bangkit dari semua keterpurukan dari berbagai bidang dan menjadi bangsa yang unggul di masa depan.

Minggu, 16 Mei 2010

Puisi Untuk Anakku
Alyhad Rifqi Al Habib, Hasna Maulida Mutaqinna

Anakku...

Hidup terbentang dihadapanmu
Badai gelombang pasti menerpamu
Bersikaplah seperi karang, nak
Tatap gelombang dengan keberanian..



Anakku ...
Roda hidup terus berputar
Jangan patah semangat
Injak setiap kerikil tajam membentang
Sakit memang...Tapi itu akan membuatmu tenang

Anakku ....
Bergeraklah...
Di setiap ada ketidakadilan
Hadapi dengan segala kekuatan
Ingat Tuhan bersama kita, nak

Anakku ..
Jadilah dirimu Rajawali
Sayapnya mengepak penuh wibawa
Sorot matanya tajam penuh kepastian
Terbang tinggi penuh kegagahan
Kakinya kokoh mencekram dahan kebenaran

Anakku ....
Jangan jadikan dirimu pahlawan
Jadikan dirimu sejarah yang rupawan
Jangan banyak berharap orang mengenangmu
Tersenyumlah nanti dialam kuburmu


Anakku II

Anakku...
Panglimamu adalah keberanian
Kekuatanmu adalah kesabaran
Kendaraanmu adalah keteguhan
Jiwamu adalah kesadaran..

Anakku..
Kuatkan akan prinsip hidupmu
Jangan tatap kehidupan yang semu
Asa akan selalu menghinggapimu
Kebaikkan akan selalu menghiasi hatimu...

Anakku...
Bertemanlah dengan kebaikan
Ucapkan selalu kebenaran
Bertemanlah dengan yang papa
NikmatMu akan terus menyapa